SDI Al Munawwarah Adakan Sosialisasi Perpustakaan Sipedal Sakera untuk Guru-Guru

SDI Al Munawwarah Adakan Sosialisasi Perpustakaan Sipedal Sakera untuk Guru-Guru

Pamekasan, 09 November 2024 — SDI Al Munawwarah menggelar kegiatan sosialisasi tentang sistem perpustakaan digital Sipedal Sakera kepada para guru, sebagai upaya meningkatkan literasi dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Acara ini berlangsung di ruang rapat sekolah dengan dihadiri oleh seluruh guru SDI Al Munawwarah.

Kepala sekolah SDI Al Munawwarah, Ustadzah Dedeh Rosidah, S.Pd., menjelaskan bahwa Sipedal Sakera (Literasi Perpustakaan Digital SDI Al Munawwarah, Kreatif, Religius dan Berakhlak Mulia) merupakan platform inovatif yang dirancang untuk mempermudah akses buku dan bahan belajar secara daring. “Kami ingin memfasilitasi para guru dan siswa agar lebih mudah mengakses literatur pendidikan yang berkualitas. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menulis karya, membuat resensi, membaca, diskusi online dan mencari referensi buku secara online,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, tim perpustakaan memperkenalkan fitur-fitur unggulan Sipedal Sakera, seperti Juara Sakera (Jendela Unjuk Karya Literasi Sakera), Bersama Sakera (Bersemangat Membaca Bersama Sakera), Disakera (Diskusi Aktif Sakera) dan Layanan Siperkasa (Sistem Inventarisasi Pers Sipedal Sakera). Para guru juga diberikan panduan langkah demi langkah untuk mengakses dan menggunakan platform ini, termasuk cara mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran di kelas.

Ustadz Ach. Fairuz Sholeh, S.Pd., salah satu guru kelas 6, menyambut baik inovasi ini. “Dengan adanya Sipedal Sakera, kami bisa memperkaya materi pembelajaran tanpa harus bergantung pada buku cetak. Anak-anak juga bisa belajar dengan lebih interaktif dan fleksibel,” katanya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu memanfaatkan teknologi perpustakaan digital secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, SDI Al Munawwarah berkomitmen untuk terus mengembangkan program literasi digital guna membangun generasi emas yang cinta membaca dan siap menghadapi tantangan era digital,” Ujar Kepala Perpustakaan SDI Al Munawwarah.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan simulasi penggunaan platform oleh para guru, yang berjalan dengan antusias dan penuh semangat.

#LiterasiDigital #SDIAlMunawwarah #SipedalSakera #PendidikanInovatif

Kunjungan Fasilitator Sekolah Penggerak BBGP Jawa Timur Beri Apresiasi Luar Biasa kepada Perpustakaan Sipedal Sakera SDI Al Munawwarah

Kunjungan Fasilitator Sekolah Penggerak BBGP Jawa Timur Beri Apresiasi Luar Biasa kepada Perpustakaan Sipedal Sakera SDI Al Munawwarah

Kunjungan Fasilitator Sekolah Penggerak BBGP Jawa Timur Beri Apresiasi Luar Biasa kepada Perpustakaan Sipedal Sakera SDI Al Munawwarah

Pamekasan, 14 Oktober 2024 – Fasilitator Sekolah Penggerak dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur melakukan kunjungan ke SDI Al Munawwarah salah satunya agendanya yaitu untuk meninjau perkembangan program perpustakaan digital, Sipedal Sakera (Sistem Perpustakaan Digital Al Munawwarah Sakera). Dalam kunjungan tersebut, pihak BBGP memberikan apresiasi luar biasa terhadap layanan digital yang disediakan oleh perpustakaan tersebut.

 

Kepala SDI Al Munawwarah, Dedeh Rosidah, S.Pd, menjelaskan bahwa Sipedal Sakera merupakan inisiatif sekolah untuk mempermudah akses literasi bagi siswa di era digital. Program ini memungkinkan siswa mengakses berbagai bahan bacaan dan kepenulisan melalui aplikasi digital Sipedal Sakera, sehingga literasi tidak lagi terbatas pada buku fisik di perpustakaan.

 

“Kami melihat kebutuhan siswa yang semakin terbiasa dengan teknologi, dan perpustakaan digital ini menjadi solusi untuk meningkatkan minat baca mereka yang tidak hanya dapat diakses di sekolah tapi juga dapat diakses di rumah. Alhamdulillah, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk fasilitator Sekolah Penggerak, Sipedal Sakera semakin berkembang,” ujar Dedeh Rosidah, S.Pd.

 

Fasilitator Sekolah Penggerak BBGP Jawa Timur, H. Abdullah Muslim, M.Pd, menyampaikan bahwa inovasi yang dilakukan oleh SDI Al Munawwarah melalui perpustakaan digital ini patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain. Ia menekankan bahwa aksesibilitas dan kemudahan dalam memperoleh literasi digital sangat penting dalam mendukung program Merdeka Belajar.

 

“Kami sangat terkesan dengan layanan digital yang disediakan oleh Perpustakaan Sipedal Sakera. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pembelajaran abad 21, di mana teknologi harus menjadi bagian dari pendidikan. Semoga inovasi ini bisa diadopsi oleh sekolah lain,” ujar H. Abdullah Muslim, M.Pd.

 

Layanan perpustakaan digital di SDI Al Munawwarah mencakup ribuan koleksi buku digital yang dapat diakses siswa secara online melalui perangkat komputer maupun smartphone. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fitur-fitur interaktif seperti ulasan buku atau resensi buku, jendela unjuk karya, sistem inventarisasi pers, rekomendasi bacaan, dan diskusi literasi online antar siswa.

 

Kunjungan ini menjadi dorongan bagi SDI Al Munawwarah untuk terus mengembangkan program perpustakaan digital dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi.

SDI Al Munawwarah Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Perpustakaan Melalui Bimtek “Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah untuk Mencapai Nilai Akreditasi Yang Lebih Baik” di Pamekasan

Pamekasan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah, SDI Al Munawwarah turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan. Acara tersebut berlangsung pada 4-5 November 2024 di Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan wawasan kepada pengelola perpustakaan agar mampu mencapai nilai akreditasi yang lebih baik. Dengan tema “Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah untuk Mencapai Nilai Akreditasi Yang Lebih Baik,” Bimtek ini menghadirkan narasumber berkompeten yaitu Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan – Provinsi Jawa Timur yang membahas strategi pengelolaan perpustakaan modern sesuai standar akreditasi nasional.

Kepala SDI Al Munawwarah menyatakan bahwa partisipasi sekolah dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar dan literasi di lingkungan sekolah. “Kami berharap melalui Bimtek ini, perpustakaan SDI Al Munawwarah mampu memberikan layanan yang lebih berkualitas dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Selama dua hari, para peserta menerima materi terkait Bedah Komponen 1-9 Akreditasi Perpustakaan Berbasis Standar hingga Praktik Pengelolaan Akreditasi Perpustakaan Berbasis Standar. Selain itu, sesi diskusi interaktif dan studi kasus memberikan pemahaman praktis bagi pengelola perpustakaan dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Dengan semangat yang dibawa dari Bimtek ini, SDI Al Munawwarah berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengelola perpustakaan sekolah, sehingga dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi institusi pendidikan lainnya di Kabupaten Pamekasan.

Perpustakaan SDI Al Munawwarah Terima Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023

Perpustakaan SDI Al Munawwarah Terima Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023

Pamekasan, SDI Al Munawwarah dengan bangga menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023 atas partisipasinya dalam pelaporan inovasi yang luar biasa. Acara penganugerahan berlangsung di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (20/6/2024) dan dihadiri oleh sejumlah OPD, Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah se Pamekasan.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pj Bupati Pamekasan Masrukin kepada sejumlah OPD, Puskesmas, dan Sekolah yang telah berkontribusi dalam menciptakan inovasi-inovasi yang berdampak positif. Penerima penghargaan ini dipilih berdasarkan skor indeks inovasi mereka yang mencapai di atas 100, dengan kategori Kematangan Maksimal.

Kepala SDI Al Munawwarah, Dedeh Rosidah, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi kita dalam mengembangkan inovasi di perpustakaan tidak sia-sia. Tim perpustakaan telah berusaha keras untuk menghadirkan program dan layanan yang memacu minat baca dan belajar siswa secara digital,” ujar Dedeh Rosidah, S.Pd., pada Kamis (20/6/2024).

Dedeh Rosidah juga menekankan bahwa inovasi SIPEDAL SAKERA (Literasi Perpustakaan Digital SDI Al Munawwarah: Kreatif,Religius, dan Berakhlak Mulia) ini telah membantu SDI Al Munawwarah mencapai prestasi yang membanggakan di tingkat Daerah. “Tahun 2023 lalu, kita berhasil masuk dalam empat besar, dan pencapaian ini tidak terlepas dari kontribusi semua pihak di sekolah ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dedeh Rosidah menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa. “Menjadi inovator tidaklah mudah, dibutuhkan niat, keberanian, dan kepercayaan diri. Di SDI Al Munawwarah, kita memiliki banyak individu hebat yang terus berinovasi. Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi khusus kepada tim perpustakaan yang telah berkontribusi,” jelasnya.

Dedeh Rosidah juga mengingatkan dalam penerimaan penghargaan ini untuk tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih. “Mari kita jaga dan pertahankan semangat untuk terus mengembangkan inovasi. Saya berharap inovasi-inovasi lain juga bisa menyusul,” harapnya.

Perpusnas Dorong Pemerintah Daerah Jadikan Literasi Sebagai Program Prioritas Pembangunan

Perpusnas Dorong Pemerintah Daerah Jadikan Literasi Sebagai Program Prioritas Pembangunan

Surabaya, Jawa Timur – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan program literasi sebagai prioritas pembangunan daerah.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Perpusnas Ofy Sofiana dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Nasional (Rakortekrenbangnas) Tahun 2024 pada Senin (26/2/2024).

“Ini dikarenakan salah satunya tingkat kecakapan literasi siswa dan masyarakat masih rendah,” ujarnya.

Beberapa permasalahan lain, lanjutnya, rendahnya tingkat budaya/kegemaran membaca siswa dan masyarakat, ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan minat calon pembaca yang masih jarang, standar fasilitas perpustakaan yang tidak seragam dan umumnya masih rendah, serta variasi program yang disediakan yang sering tidak menarik masyarakat.

“Selain itu, banyak naskah nusantara yang telah dikonservasi dan didigitalisasi terbengkalai atau belum dimanfaatkan,” jelasnya.

Dalam merespons permasalahan tersebut, Perpusnas merumuskan tiga kebijakan utama. Pertama, pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi dengan membentuk 10.000 perpustakaan di tingkat desa/kelurahan.

Kedua, standardisasi perpustakaan melalui pelatihan dan pendampingan pengelola perpustakaan di desa dan tempat baca lainnya. Dan ketiga, pengarusutamaan naskah nusantara dengan preservasi digitalisasi sebanyak 2.000 naskah.

“Program intervensi kami termasuk pembentukan 10.000 perpustakaan di desa, menyediakan bahan bacaan bermutu untuk jenjang PAUD dan SD, pelatihan untuk pengelola perpustakaan, dan preservasi digitalisasi naskah-naskah berharga,” paparnya.

Perpusnas, lanjutnya, juga mendorong keterkaitan antara program literasi di sekolah dengan program literasi di perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, desa, dan yang dikelola masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menegaskan bahwa tahun 2024 menjadi momen krusial untuk mengoptimalkan anggaran guna menuntaskan proyek-proyek yang belum selesai.

“Pesan dari Presiden adalah bahwa 2024 adalah tahun terakhir RPJMN, dan anggaran harus dioptimalkan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang belum tuntas, baik yang sudah direncanakan maupun yang masih dalam tahap pelaksanaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menekankan dukungan daerah terhadap penyampaian visi Indonesia Emas. Menurutnya, kepala daerah harus memiliki konsep, kekuatan, dan dukungan masyarakat dalam menyusun rencana kerja untuk periode mendatang, khususnya pada tahun 2025.

“Hal ini diarahkan untuk memastikan pembangunan daerah berjalan dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dalam Rakortekbangnas, terdapat pembahasan desk urusan pemerintahan daerah bidang perpustakaan. Desk perpustakaan yakni untuk mengonfirmasi terkait target indikator kinerja utama urusan perpustakaan di daerah yakni Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Sumber :

https://www.perpusnas.go.id/berita/perpusnas-dorong-pemerintah-daerah-jadikan-literasi-sebagai-program-prioritas-pembangunan
Panen Eco-Enzyme, Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Multiguna

Panen Eco-Enzyme, Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Multiguna

Dalam rangka melanjutkan  kegiatan P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan. Siswa dan siswi kelas 4 SDI  Al Munawwarah membuat proyek Eco-enzyme. Eco-enzyme sendiri adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik, khususnya kulit jeruk. Setelah menanti kurang lebih tiga bulan lamanya melakukan fermentasi, tiba saatnya memanen hasil fermentasi tersebut. Proses fermentasi ini menghasilkan senyawa kimia asam yang memiliki banyak manfaat seperti untuk pembersih lantai, kaca, permukaan perabot plastik dan bisa digunakan untuk pupuk karena dapat menyuburkan tanah dan tanaman, menghilangkan hama, dan lain sebagainya. Panen kali dilakukan di Laboratorium IPA SDI Al Munawwarah dengan menghasilkan cukup banyak Eco-enzyme sekitar 28 botol mineral yang diperoleh yang kemudian cairan dari Eco-enzyme di saring dan ditempatkan pada wadah-wadah yang telah disediakan.

Setelah semua botol terisi, cairan Eco-enzyme ini dibagikan ke warga sekolah. Kegiatan panen Eco-enzyme sangat disambut antusias oleh siswa, setiap siswa mengecek hasil fermentasi dan tak segan mereka bertanya kepada guru pendampingnya.

“Teacher bagaimana fermentasi Eco-enzymenya dikatakan berhasil. Apa ciri-cirinya?” ungkap Danisha salah seorang siswi dari kelas 4B.

“Sedikit bau tapi harus diselesaikan, karena nunggu ini udah lama banget teacher” ungkap siswa lain.

Proyek Eco-enzyme ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa bahwa sampah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai produk yang multiguna dan adanya Eco-enzyme dapat mengurangi limbah sampah organik yang ada disekitar kita.

Reporter: Amira Salsabila

Bukuku untuk Adik-Adikku

Bukuku untuk Adik-Adikku

Salah satu hibah yang sangat bermanfaat adalah yang terus mengalir kebaikannya, dan memiliki nilai kebahagiaan bagi penerima dan pemberi. Kali ini ada hibah menarik yang diberikan oleh siswa yang sebentar lagi lulus dari sekolah yaitu buku yang dibeli secara mandiri dihibahkan untuk adik-adiknya.

Disampaikan oleh salah satu pustakawan perpustakaan Sipedal Sakera SDI Al Munawwarah sebut saja ustadzah iis, “Ada siswa SDI Al Munawwarah kelas 6 datang ke perpustakaan sekolah dengan membawa buku-buku yang katanya ingin dihibahkan ke perpustakaan sekolahnya, harapannya buku yang pernah ia beli secara mandiri dapat diketuk tularkan kepada adik-adiknya” ucapnya.

Pustakawan SDI Al Munawwarah sangat menyambut baik tujuan kedatangan siswa tersebut. Dia mengatakan bahwa kami juga ada program untuk penambahan koleksi supaya anak-anak dapat menggali ilmu dengan luas. Selain itu juga kami sangat mendukung program sekolah untuk peningkatan literasi siswa.

“Saya ingin membagikan pengalaman saya buat adik-adik saya disini ustadzah. Karena buku ini sangat bagus dan seru. Selain ini juga jadi referensi, juga terdapat buku cerita yang menarik, serta buku islami yang sangat sesuai dengan sekolah ini” ungkapnya Hanania.

“Terasa kalau sudah memasuki jenjang selanjutnya ustadzah, kalau membaca itu sangat penting. Ketika kita sudah banyak wawasan itu sangat menunjang terhadap pelajaran saya saat ini. Makanya saya ingin menularkan kebiasaan saya juga untuk senang membaca” imbuhnya.

Penyerahan buku-buku ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepala Sekolah karena kepedulian Hanania untuk adik-adiknya juga sekolah tercintanya. Hal ini menjadikan kebanggaan bagi sekolah karena telah mencetak generasi yang luar biasa bermanfaat buat sesama.

“Terkait dengan hal ini, sekolah sangat menyambut baik para siswa untuk bisa memberikan motivasi dan praktik baik buat adik-adiknya, hal ini menjadi teladan buat adik kelasnya. Selain itu hubungan dengan siswa yang telah lulus atau alumni juga terjalin dengan baik” pungkas Ustadzah Dedeh selaku Kepala Sekolah SDI Al Munawwarah.

 

Reporter Cilik : Danish Al Khalif

Dokumentasi : Ahmad Haikal Hasanuddin

Kepala Perpusnas: Ilmu Pengetahuan Bisa Diserap Dengan Membaca

Kepala Perpusnas: Ilmu Pengetahuan Bisa Diserap Dengan Membaca

Salemba, Jakarta – Perpustakaan sejatinya adalah ruang untuk memastikan anak didik mendapatkan wawasan yang luas karena seluruh ilmu pengetahuan hanya bisa diserap dengan membaca.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya pada Webinar Implementasi Peran Perpustakaan Sekolah/ Madrasah dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Kewirausahaan, Selasa, (28/3/2023).

Dengan adanya berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan budaya baca, Kepala Perpusnas menegaskan seluruh pihak berperan dalam menyeleksi bahan bacaan yang bisa mengantarkan peserta didik memiliki pemikiran dan perilaku berkelas dunia.

Peran perpustakaan sebagai tempat belajar terbuka akan berkontribusi pada tingkat pengetahuan peserta didik. “Betapa lambatnya kita kalau hanya bergantung pada ilmu yang diajarkan,” tegasnya.

Koleksi buku di sebagian besar perpustakaan sekolah saat ini menurut Kepala Perpusnas juga kurang sesuai dengan kebutuhan dan kurang diminati untuk dibaca peserta didik. “Perpustakaan sekolah kita sangat kurang menyimpan koleksi-koleksi tentang potensi sumber daya alam Indonesia,” terangnya.

Kepala Perpusnas juga mengatakan permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia secara luas adalah kurangnya bahan bacaan yang tersedia bagi masyarakat.

Dirinya mengajak seluruh civitas akademika dan pemerintah daerah untuk menghasilkan buku-buku ilmu terapan tentang potensi sumber daya alam, sejarah, pariwisata, dan kuliner, yang bermanfaat bagi masyarakat terutama di daerah pedesaan dan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Hal tersebut juga dilakukan dengan menghadirkan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial serta berbagai kolaborasi dengan berbagai stakeholder salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Perpusnas, perpustakaan di daerah, dan komunitas pegiat literasi adalah sebagai influencer dan tutor untuk memberikan akses bacaan yang mudah diperoleh masyarakat dan mendorong mereka untuk menerapkan hasil bacaan tersebut untuk memulai usaha kecil mereka sendiri,” ungkapnya.

Koordinator Substansi Pusat Profil Pancasila dan Inklusivitas, Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dian Srinursih dalam kesempatan yang sama menjelaskan dukungan terhadap perpustakaan sekolah dalam kaitannya dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Menurutnya, dalam pengelolaan perpustakaan sekolah bisa disinergikan dalam mendukung 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila. Yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia (2) berkebhinekaan global (3) mandiri (4) bergotong royong (5) bernalar kritis dan (6) kreatif.

Rebranding perpustakaan dikaitkan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu perpustakaan yang dulunya bersifat tradisional dan sasarannya hanya sebatas warga sekolah, sekarang kita bisa menginternalisasikan dimensi Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan kebutuhan dan sasarannya,” terangnya.

Namun ketertarikan peserta didik saat ini untuk datang ke perpustakaan sekolah juga menjadi sebuah tantangan. Dirinya berpendapat bahwa perpustakaan perlu menunjukkan kreativitas agar bisa menarik  minat pemustaka berkunjung.

“Bagaimana orang bisa melirik kita kalau kita tidak menunjukkan kekhususan atau kehebatan yang dimiliki. Jadi tunjukkanlah dulu prestasi atau sumber daya yang kita miliki saat ini meskipun dengan segala keterbatasannya. Dengan adanya kreativitas yang kita miliki bisa memunculkan bahwa perpustakaan yang kita kelola bisa menarik perhatian,” jelasnya.

Dalam webinar yang digelar secara daring tersebut juga menghadirkan Kepala Sekolah SMAN 1 Sewon, Bantul, DIY, Subarino yang berhasil mengelola perpustakaan sekolah Loka Ghana di SMAN 1 Sedayu yang dulu pernah dipimpinnya.

Menurutnya kompetensi literasi adalah kunci dasar agar dapat belajar secara efektif dan berkontribusi positif. “Dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), perpustakaan sekolah memiliki peran semakin strategis dalam pembelajaran di sekolah,” sebutnya.

Lebih lanjut Subarino mengatakan, ada beberapa peran strategis perpustakaan dalam mendukung IKM. Salah satunya perpustakaan sebagai leading sector gerakan literasi sekolah dan sumber belajar siswa yang bertujuan menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan.

“Karena kalau kita hanya mengandalkan dari guru saja tanpa peran perpustakaan maka hal tersebut sangat sulit untuk bisa diimplementasikan secara efektif,” pungkasnya.

Dengan mengusung konsep Fun Library Subarino berupaya menghadirkan perpustakaan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan ramah bagi siswa. “Dengan begitu mereka akan datang ke perpustakaan. Mungkin awalnya tidak untuk membaca tapi lama-lama mereka akan tertarik untuk membaca,” jelasnya.

Sebagai seorang Pustakawan di Sekolah Tumbuh Jogja, Cintantyo Yosi Putri mengatakan untuk menarik minat pemustaka datang ke perpustakaan sekolah, yang pertama kali dilakukannya adalah dengan mengenali mereka.

“Jadi saya mencoba untuk mengingat bahkan nama mereka dan apa buku yang sesuai dengan ketertarikan mereka sehingga akan muncul memori bagus anak-anak khususnya tentang perpustakaan,” jelasnya.

Dirinya mendorong Pustakawan di perpustakaan sekolah untuk bekerja dengan hati untuk mendukung proses belajar peserta didik meskipun banyak hambatan yang harus dihadapi.

Sumber : https://www.perpusnas.go.id/berita/kepala-perpusnas-ilmu-pengetahuan-bisa-diserap-dengan-membaca

Pustakawan dan Kecerdasan Buatan

Pustakawan dan Kecerdasan Buatan

Salemba, Jakarta – Pada akhir ini terjadi fenomena adanya pemecatan karyawan oleh perusahaan teknologi informasi terkemuka di dunia. Hal ini terjadi pada penghujung tahun 2022 sampai pada awal tahun 2023.

Fenomena ini dapat menjadi catatan penting bagi para pustakawan bahwa teknologi informasi sesungguhnya adalah alat untuk bekerja dalam meningkatkan kinerja. Terkait dengan kecerdasan informasi, pustakawan sangat berperan dalam pengembangan perpustakaan.

Demikan disampaikan Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Suharyanto, saat menjadi Pimpinan Apel Pagi Perpusnas secara daring, Senin (13/02/2023).

Selain itu pada saat ini fenomena perpindahan media masa nasional yang berubah menjadi media digital juga menjadi catatan penting. “Hal ini sudah terjadi pada koran Republika yang sudah beralih ke media digital” jelasn

Tidak terelakan juga dalam dunia perpustakawan terjadi fenomena pengunaan platform ChatGPT yang menjadi tantangan bagi para pustakawan saat ini.

ChatGPT adalah sebuah perangkat lunak berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi transformer untuk memprediksi probabilitas kalimat atau kata berikutnya dalam suatu percakapan ataupun perintah teks.

Model ini dapat digunakan tujuan yang beragam, seperti membuat obrolan otomatis di aplikasi percakapan, membantu dalam pembuatan konten, atau bahkan membantu dalam penerjemahan berbagai bahasa dengan tingkat akurasi yang berbeda-beda untuk tiap bahasa.

Dia mengatakan, chatGPT masih ada kekurannyannya dibandingkan pustakawan, karena yang disampaikan pada chat tersebut tidak semua datanya valid.

“Kita sebagai pustakawan cerdas tidak perlu khawatir karena kevalidan data tetap ada di perpustakaan” pungkasnya.